Komitmen pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan di desa terus ditingkatkan melalui kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi salah satu upaya yang saat ini gencar diwacanakan adalah pengembangan produk desa. Hal ini sebenarnya bukan barang baru, karena pada pemerintahan sebelumnya juga sudah diwacanakan konsep one village one product sebagai pengembangan produk unggulan desa melalui kementrian koperasi dan UMKM desa.
Salah satu produk unggulan di desa Prekbun adalah pisang. Ketersediaan pisang di desa Prekbun sangat melimpah, akan tetapi pisang di desa Prekbun ini hanya dijual seadanya, tidak ada inovasi yang bisa membuat pisang itu menjadi makanan lain atau bisa dikatakan menambah nilai jual dari si pisang. Hal ini berbanding terbalik dengan pisang yang merupakan tanaman multimanfaat. Padahal komoditas pisang mempunyai peluang besar untuk dimanfaatkan dalam aneka industry makanan berbahan dasar pisang. Dalam rangka menambah daya jual si pisang, KKN 26 UTM yang bertempat di desa Prekbun menciptakan inovasi terbaru dalam pengelolaan pisang, yaitu dijadikan nugget pisang dan sale pisang.  
Harga jual nugget yaitu Rp.10.000 perbungkusnya. Sedangkan harga jual sale pisang perbungkusnya yaitu Rp. 7.000 Mengenai pangsa pasar dari produk nugget pisang dan sale pisang  ini cukup menjanjikan. Bisa dilihat bahwasannya orang jaman sekarang suka yang namanya simple. Dengan adanya produk nugget pisang ini membantu ibu-ibu yang sibuk bekerja tidak merasa kesulitan lagi untuk menyajikan cemilan yang simple dan tentunya bergizi.
Segmentasi pasar untuk penjualan produk nugget pisang  ini difokuskan pada penjualan semua kalangan masyarakat. Karena nugget pisang banyak disukai oleh masyarakat, dan belum ada produk serupa di desa Prekbun.
Sedangkan target pasar pada penjualan nugget dan sale pisang ini untuk semua kalangan. Karena promosi bisnis yang digunakan melalui media sosial.




Nugget Pisang


  Bahan-bahan yang diperlukan:
-              2 buah pisang
-              5 sdm tepung terigu
-              2 sdm gula
-              1 btr telur
-              1 sachet kental manis
-              Vanili secukupnya
-             Tepung panir/ tepung roti

Bahan Nugget


Cara membuat:
1. Lumat pisang sampai halus. Jika sudah halus, campurkan semua bahan kecuali tepung          roti
2. Jika sudah tercampur rata, tuang adonan ke dalam Loyang yang sudah diolesi margarin,        Kukus adonan selama ± 20 menit.
3. Angkat adonan yang sudah matang, lalu tunggu sampai adonan dingin.
4. Sambil menunggu adonan dingin, buat adonan basah (terigu, gula, vanili) untuk                    merekatkan adonan dengan tepung roti.
5. Iris persegi adonan yang sudah dingin menjadi beberapa bagian.
6. Celupkan adonan yang sudah diiris kedalam adonan basah.
7. Balut dengan tepung roti.
8. Nugget pisang bisa disajikan sesuai selera.





Sale Pisang


  Bahan-bahan yang diperlukan:
-                 Pisang Kepok
-                 Minyak goreng

Pisang yang telah di potong dan di keringkan

Cara membuat:

1. Iris tipis pisang yang sudah dikupas.
2. Jemur irisan pisang 2-3 hari atau sampai madu asli dari pisang keluar.
3. Goreng pisang yang sudak kering sampai berwarna kuning.
4. Angkat dan tiriskan.




Hasil Produk Nugget dan Sale

Nugget dan Sale dalam kemasan siap di pasarkan





Demi memperingati hari kemerdekaan indoensesia 17 agustus 1945, desa prekbun memiliki cara tersediri untuk ikut serta memeriahkan di bulan kemerdekaan indonesia ini. video di bawa ini menceritakan bagaimana masyarakat indonesia mengusir para penjajan belanda yang menjajah di tanah kita, di perankan lansgung oleh anak - anak asli Prekbun


            Desa Prekbun secara administratif merupakan salah satu desa di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Secara geografi desa ini berbatasan dengan Desa Sopa’ah di sebelah barat, Desa Durbuk/Desa Jarin di sebelah timur, Desa Durbuk di sebelah utara dan Desa Jarin di sebelah selatan. Desa Prekbun merupakan desa yang memiliki luas 94,13 ha dengan luas lahan pertanian 66 ha. Hasil utama komoditas pertanian berupa padi dan tembakau. Tembakau madura memiliki areal perkembangan yang berpusat di dua kabupaten, yaitu  Sumenep dan Pamekasan.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
            Klass: Dicotyledonaea
                        Ordo: Personate
                                    Famili: Solanaceae
                                                Sub Famili: Nicotianae
                                                            Genus: Nicotiana
                                                                        Spesies: Nicotiana tabacum


Morfologi
            Tanaman tembakau memiliki akar tunggang dengan pajang sekitar 50-70 cm. Akar merupakan tempat sintesis nikotin sebelum diangkut melalui pembuluh kayu ke daun. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan akar antara lain kekerigan dan pemangkasan pucuk dapat megakibatkan meningkatnya kadar nikotin pada tembakau. Tanaman ini mampu mensintesis nikotin dari nitrogen yang diserap sebelum maupun setelah dipangkas. Kondisi kering akan mendorong akar untuk berkembang lebih baik, sehingga meningkatkan penyerapan nitrogen melalui aktivitas akar yang lebih besar yang mengakibatkan kandungan nikotin tanaman meningkat. Kandungan nikotin tembakau madura berkisar antara 0,5-3,5%.
            Batang pohon tembakau berdiri tegak, berwarna hijau muda dan berbulu. Di setiap ketiak daun terdapat titik-titik tumbuh cabang dalam keadaan dorman. Bila batang dipangkas maka titik tumbuh tersebut akan bertunas sebagai sirung. Apabila kondisi lingkungan mendukung sirung akan menjadi cabang dan berkembang menjadi cabang baru yang akan menghambat pertumbuhan tanaman. Temabakau madura termasuk kriteria sedang dengan panjang sirung berkisar antara 0-4 cm.
Dimana habitat yang cocok untuk tembakau?
            Tembakau madura dapat ditanam di beberapa tipe tanah, tetapi mutu yang baik diperoleh pada tanah-tanah grumusol dan regosol dengan pH 6-6,5 pada ketinggian 50-250 mdpl. Tembakau madura sesuai untuk dataran rendah beriklim kering, dengan curah hujan rata-rata 1.200-1.800 mm/th dan menghendaki bulan kering yang tegas selama 4-6 bulan. Tembakau madura ditanam pada akhir musim hujan sehingga pada saat panen tidak terkena hujan.
Fungsi dan manfaat
            Tembakau madura merupakan salah satu tembakau lokal aromatis yang dikembangkan di Pulau Madura. Tembakau dapat dimanfaatkan untuk bahan baku rokok dan sebagian kecil untuk susur.


Pisang mudah tumbuh diberbagai tempat di daerah tropis, hal ini menjadikan pisang mudah ditemui diberbagai daerah di Indonesia. Namun, pada umumnya petani pisang masih menjual pisangnya secara langsung tanpa adanya pengolahan. Hal ini pula yang terjadi di Desa Prekbun.
Komoditas pisang banyak tumbuh di Desa Prekbun, seperti pisang susu, pisang raja, dan pisang kepok. Mayoritas warga di Desa Prekbun menanam pisang di Pekarangan Rumahnya, dan lahan-lahan milik desa juga ditanami tanaman pisang. Hal ini menjadikan prekbun memiliki potensi dalam pengembangan usaha produk olahan pisang.

Tanaman Pisang di Lahan Milik Desa

Melihat adanya peluang ini, KKN 26 UTM berinisiatif untuk membuat produk unggulan desa berupa nugget pisang dan sale pisang. Pembuatan produk olahan pisang ini disambut antusias oleh warga desa terutama ibu PKK Prekbun. Sehingga dilakukan pelatihan produk olahan pisang pada hari minggu, 5 Agustus 2018 di Balai Desa Prekbun.
Pengolahan Produk pisang dihadiri oleh ibu PKK Prekbun yang diketuai ibu Aswati Ningsih. Dalam pengolahan tersebut ibu-ibu PKK mempraktekkan pembuatan produk pisang bersama mahasiswa. Pengolahan dimulai dari pembuatan nugget pisang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sale pisang.
Pembukaan acara pengolahan produk Pisang

Pembuatan nugget pisang dimulai dari penghalusan pisang, pencampuran adonan, pengukusan, pemotongan nugget, hingga penggorengan nugget dan pemberian topping nugget. Adapun pada pembuatan sale pisang dilakukan dengan pengirisan pisang, kemudian penggorengan pisang yang telah kering. Pisang yang telah kering ini telah disiapkan oleh mahasiswa karena pengeringan pisang memerlukan waktu hingga 2 hari.
Proses Pembuatan Nugget Pisang

Nugget pisang dan sale pisang dari Desa Prekbun diberi merek “Geddheprek” yang bermaksud Geddheng Prekbun (Pisang Prekbun). Produk ini dikemas dengan kemasan yang bagus dan kekinian menjadikan produk ini mendapatkan antusiasme yang sangat baik dari masyarakat Prekbun. Selain itu, kepala Desa Prekbun Drs. Syafiudin juga merencanakan adanya tindak lanjut dari masyarakat mengenai produk olahan pisang ini. (Fa)
Produk Olahan Pisang

Selasa (24/07/2018) tiga mahasiswi KKN 26 melaksanakan kegiatan mengajar di paud  dan TK Mubalighin Desa Prekbun. Paud dan TK Mubalighin merupakan satu-satunya taman kanak-kanak yang ada di Desa Prekbun. Anak-anak sangat antusias belajar. Hal ini dikarenakan balita merupakan usia perkembangan anak dimana anak mulai berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas setelah lingkungan keluarga.
Cerdas: Membaca, mengaji dan berdoa
Anak-anak membaca dan menghafal kata secara sederhana dan dibantu media gambar. Selain membaca, juga diajarkan mengaji mulai dari dasar seperti menulis huruf hijaiyah hingga merangkai huruf. Doa yang diajarkan yaitu doa sebelum makan, doa setelah makan, doa kepada kedua orang tua dan doa perjalanan sebelum pulang ke rumah masing-masing. Selain doa anak-anak juga diajarkan menghafal surat-surat pendek. Anak-anak sangat senang belajar membaca dan mengaji yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

Ceria: Bermain bersama, dengan mainan yang melatih kemampuan verbal dan motorik anak
Setelah belajar membaca dan mengaji, anak-anak diperbolehkan bermain puzzle dan tebak warna. Hal ini akan melatih komunikasi antara anak dengan ustadzah. Selain itu, kedekatan antar anak yang bermain bersama juga akan terjalin. Anak dilatih untuk menjawab saat diberi pertanyaan dan mengikuti arahan yang diberikan.(Tu'ti)


BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) merupakan badan usaha yang dikelola oleh masyarakat desa dalam upaya memperkuat perekenomian desa dan dibentuk dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa.
BUMDES Prekbun yang berdiri pada tahun 2014 telah memiliki dua usaha yaitu penggemukan sapi dan usaha simpan pinjam. Namun, dalam pengelolaan usaha tersebut BUMDES Prekbun memiliki kendala-kendala sehingga bersama kelompok KKN 26 Universitas Trunojoyo Madura melakukan pertemuan pada 29 Juli 2018 di Balai Desa Prekbun. Pertemuan tersebut memuat sosialisasi dan pelatihan dengan pokok pembahasan peluang dan tantangan pengelolaan bumdes.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus BUMDES, perangkat desa, pemuda, ibu-ibu pkk, serta hadir pula dosen Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Isdiana Suprapti, SP., MM. Pertemuan yang dimoderatori oleh Musyarofa tersebut berjalan cukup lancar, dengan pokok pembahasan utama yaitu mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi BUMDES Prekbun dan peluang yang dapat dikembangkan oleh BUMDES Prekbun.

Pertemuan BUMDES Prekbun

Dr. Isdiana Suprapti menyatakan bahwa BUMDES Prekbun dapat terus berkembang dengan adanya semangat dari pengurus BUMDES dan para perangkat desa serta adanya potensi desa seperti sumber air serapan, pasar desa, dan predikat desa Prekbun sebagai desa wirausaha.
Dalam pertemuan tersebut mahasiswa KKN 26 Universitas Trunojoyo Madura juga menyanggupi untuk membantu pengurus BUMDES dalam memperbaiki administrasi BUMDES. Mahasiswa melakukan pendampingan pada bendahara BUMDES dalam membuat laporan keuangan serta membantu dalam melakukan penyusunan AD-ART.
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN 26 UTM dilakukan secara berkala yaitu pada tanggal 30-31 Juli 2018. Mahasiswa dan bendahara BUMDES memperbaiki laporan keuangan BUMDES. Laporan keuangan yang dibuat memuat kas umum, jurnal umum, laporan laba-rugi, dan neraca. Menurut Awanda Siwi (mahasiswa KKN 26 jurusan Akuntansi) dalam BUMDES laporan minimal memuat laporan-laporan tersebut. (Fa)


Seiring perkembangan teknologi, kemampuan dalam mengaplikasikan komputer sangat diperlukan untuk keperluan administrasi seperti administrasi di tingkat  desa. Jum’at (27/07/2018) mahasiswa KKN 26 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan pelatihan Information Technology (IT) di Balai Desa Prekbun, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan dengan pemateri Wildan Romadhoni Santoso. IT merupakan istilah yang digunakan untuk teknologi yang membantu manusia dalam menyusun, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. Target dari pelatihan ini adalah perangkat Desa Prekbun.
Kepala Desa Prekbun, Bapak Drs. H. Syafiudin mengatakan bahwa “Kemampuan dalam mengaplikasikan komputer sangat diperlukan oleh perangkat desa untuk mempercepat pelayanan administrasi, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semua perangkat desa mampu menyusun surat-surat dan keperluan administrasi yang lain”. Setelah diberi arahan,  peserta pelatihan langsung mempraktekkan dengan didampingi oleh mahasiswa. Tujuan dari pelatihan ini adalah perangkat desa mampu menyusun surat seperti surat keterangan kelakuan baik dan surat keterangan tidak mampu.
“Perangkat Desa sangat antusias mengikuti pelatihan, karena prosedur yang diberikan bertahap dan didampingi secara intensif” ungkap Wildan Romadhoni selaku penanggung jawab kegiatan. Pelatihan  diberikan mulai dari dasar membuka aplikasi Microsoft Word, menyusun surat, hingga menyimpan file yang sudah selesai.  Pelatihan dilaksanakan setiap hari Jum’at  pukul 19.30 WIB selama kegiatan KKN di Desa Prekbun. -TT-

Copyright © 2013 Desa Prekbun